Persaingan untuk mendapatkan tiket film penutup trilogi epik Dune: Part Three semakin memanas, meskipun penayangannya masih delapan bulan lagi, tepatnya pada 18 Desember. Penjualan tiket format 70mm IMAX telah dibuka oleh Warner Bros. pada Senin, 6 April, menyebabkan seluruh tiket ludes terjual dalam waktu singkat. Fenomena ini terjadi karena hanya terdapat 18 bioskop di Amerika Serikat yang menyajikan pengalaman menonton premium tersebut.
Tiket Ludes dan Harga Melonjak
Kelangkaan tiket ini dimanfaatkan oleh tengkulak yang merugi dengan menjual kembali tiket tersebut di platform seperti eBay dengan harga yang selangit. Tiket IMAX 70mm biasanya ditawarkan dengan harga sekitar US$25 hingga US$30 (setara Rp426,6 ribu hingga Rp511,9 ribu). Namun, tingginya permintaan serta terbatasnya jumlah tiket telah membuat harga jual kembali meroket lebih dari US$100 (sekitar Rp1,7 juta), dan untuk beberapa kursi premium bahkan bisa mencapai US$500 (sekitar Rp8,5 juta).
Menurut laporan dari ScreenRant dan ComicBook, terdapat tiket 70mm IMAX di bioskop Cinemark Dallas yang terjual dengan harga luar biasa, mencapai US$999 atau sekitar Rp17 juta. Hal ini menggambarkan besarnya antusiasme penonton untuk menyaksikan akhir dari perjalanan tragis Paul Atreides dengan kualitas visual terbaik.
Strategi Warner Bros.
Tingginya minat pada format IMAX dipicu oleh keberhasilan film Oppenheimer arahan Christopher Nolan yang dirilis setahun lalu, mendorong orang-orang untuk mengejar pengalaman menonton film di layar besar. Denis Villeneuve juga menegaskan bahwa Dune: Part Three direkam menggunakan kamera 70mm, sehingga tayangan di layar IMAX adalah cara terbaik untuk menikmati keindahan sinematik yang ia impikan.
Pengumuman tiket dijual jauh lebih awal ini merupakan strategi Warner Bros. untuk bersaing dengan film besar lainnya, Avengers: Doomsday dari Disney dan Marvel, yang juga dijadwalkan tayang pada tanggal 18 Desember 2026, dan kini dikenal sebagai Dunesday. Dengan mengamankan eksklusivitas layar IMAX selama tiga minggu pertama, Warner Bros. mengisyaratkan bahwa mereka tidak berencana untuk menunda rilis film tersebut, di tengah spekulasi bahwa salah satu dari dua film blockbuster tersebut mungkin akan mundur untuk menghindari kerugian di box office.