Tidak Semua Orang Dapat Mendapatkan Vaksin Campak, Berikut 8 Kelompok yang Harus Menunda

Tidak Semua Orang Dapat Mendapatkan Vaksin Campak, Berikut 8 Kelompok yang Harus Menunda

Vaksin campak adalah langkah penting dalam mencegah penyebaran penyakit yang sangat menular ini. Namun, tidak semua orang dapat langsung menerima vaksin tersebut. Ada beberapa kelompok yang disarankan untuk menunda vaksinasi demi alasan kesehatan. Berikut ini adalah kelompok-kelompok yang perlu mempertimbangkan untuk menunda vaksin campak.

Kelompok yang Perlu Menunda Vaksin Campak

  • Wanita hamil atau yang merencanakan kehamilan: Wanita yang sedang hamil harus menunggu setidaknya empat minggu setelah vaksin sebelum mencoba untuk hamil.
  • Orang dengan sistem imun lemah: Mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah, baik akibat penyakit maupun pengobatan, sebaiknya tidak menerima vaksin ini.
  • Pasien yang sedang menjalani terapi intensif: Individu yang tengah menjalani kemoterapi, radioterapi, atau imunoterapi perlu menunda vaksinasi karena dampak terapi pada sistem imun.
  • Penerima transplantasi organ: Setelah menjalani transplantasi, individu biasanya mengonsumsi obat penekan imun yang membuat vaksin campak tidak direkomendasikan.
  • Pengidap HIV yang belum terkontrol: Pemberian vaksin harus dipertimbangkan secara hati-hati untuk orang dengan HIV yang tidak stabil, mengingat risiko efek samping.
  • Orang dengan gangguan imun lainnya: Berbagai kondisi yang memengaruhi fungsi sistem kekebalan juga mengharuskan penundaan vaksinasi.
  • Orang yang baru menerima transfusi darah: Transfusi dapat memengaruhi respons tubuh terhadap vaksin, sehingga pemberian vaksin biasanya ditunda.
  • Riwayat alergi berat terhadap komponen vaksin: Mereka yang pernah mengalami reaksi alergi serius terhadap vaksin campak dianjurkan untuk tidak menerima vaksin tanpa evaluasi medis lebih lanjut.

Meskipun ada kelompok tertentu yang perlu menunda vaksinasi, sebagian besar orang dewasa dapat menerima vaksin campak dengan aman. Vaksin ini sangat dianjurkan untuk mereka yang belum memiliki kekebalan, guna mencegah infeksi serta komplikasi serius seperti pneumonia dan peradangan otak. Menurut Harvard Health Publishing, satu dosis vaksin campak memiliki efektivitas 93 persen dalam mencegah penyakit, sedangkan dua dosis dapat meningkatkan efektivitasnya hingga 97 persen. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum melakukan vaksinasi, agar keputusan dapat diambil berdasarkan kondisi kesehatan masing-masing individu.

Sumber: www.cnnindonesia.com