Putra Raja Iran Reza Pahlavi Kecam karena Negaranya Masih Ditekan Amerika Serikat

Putra Raja Iran Reza Pahlavi Kecam karena Negaranya Masih Ditekan Amerika Serikat

Anak Raja Iran Shah Reza Pahlavi, Reza Pahlavi, tidak memperlihatkan rasa senang saat negaranya kuat melawan Amerika Serikat.

"Apa perubahan rezim? Mereka orang-orang yang sama-meskipun mungkin melemah,"

kata Pahlavi kepada stasiun televisi Perancis LCI.

Kritik terhadap Rakyat Iran

Reza Pahlavi malah mengecam rakyat Iran yang tidak melawan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

"Bagaimana kalian bisa tetap diam dan tidak bertindak dalam menghadapi agen-agen kriminal asing yang berafiliasi dengan Republik Islam yang berpawai dan membual di jalan-jalan Iran, mulai dari Hashd Al Shaabi dan Hizbullah Lebanon hingga teroris Afghanistan dan Pakistan?"

kata Pahlavi melalui laman resminya.

Panggilan untuk Melawan Pemerintah

Reza Pahlavi meminta rakyat Iran untuk melawan pemerintahnya sendiri.

"Ingatlah sumpah dan komitmen nasional serta patriotik Anda. Turunlah ke medan perang. Bela kehormatan dan kredibilitas tentara nasional Iran melawan Republik Islam dan tentara bayaran asingnya,"

kata Pahlavi.

Reza Pahlavi juga mengajak rakyat Iran untuk menuntut peran nasional dari angkatan bersenjata dan meminta mereka untuk memenuhi kewajiban mereka kepada tanah air dan bangsa.

Latar Belakang Reza Pahlavi

Putra Mahkota Iran Reza Pahlavi terusir dari tanah kelahirannya sejak Revolusi Iran meletus pada 1979.

Dia muncul ke publik setelah demo besar Iran dan serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran.

Namun posisi Reza Pahlavi di mata rakyat Iran saat ini sangat kurang, karena dia tidak pernah menginjakan kaki ke negaranya sejak 1979 dan dekat dengan Israel, musuh bebuyutan Iran.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: www.cnnindonesia.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.