Purbaya Berbicara Mengenai Isu Akuisisi PNM sebagai Ganti Geo Dipa

Purbaya Berbicara Mengenai Isu Akuisisi PNM sebagai Ganti Geo Dipa

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi mengenai rencana pertukaran status PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Geo Dipa Energi (Persero). Ia menjelaskan bahwa pembahasan masih berlangsung terkait pengalihan PNM di bawah Kementerian Keuangan, sedangkan Geo Dipa akan bernaung di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Pembahasan Pertukaran dan Fokus Kemenkeu

Purbaya menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan diskusi dengan Geo Dipa perihal pertukaran tersebut. Meskipun demikian, fokus utama Kemenkeu saat ini adalah mengalihkan PNM menjadi Bank untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). "Kami telah berdiskusi mengenai kemungkinan pertukaran dengan Geo Dipa, tetapi ini masih dalam pembicaraan. Yang jelas, fokus kami adalah bagaimana Kemenkeu dapat mengambil alih PNM," kata Purbaya kepada wartawan di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/4).

Ia juga menambahkan bahwa tujuan dari pengalihan tersebut adalah untuk memfasilitasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui PNM dan merencanakan pembentukan bank yang benar-benar mendukung UMKM di masa depan. "Penting bagi kami untuk memastikan pembiayaan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan benar-benar membantu UMKM, dengan desain ekosistem yang komprehensif," ungkapnya.

Profil Geo Dipa dan Rencana ke Depan

PT Geo Dipa Energi adalah BUMN yang di bawah Kementerian Keuangan berfungsi sebagai Special Mission Vehicle (SMV), fokus pada pengembangan dan pengelolaan energi panas bumi untuk menghasilkan tenaga listrik bersih. Saat ini, Geo Dipa mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Patuha di Jawa Barat dan PLTP Dieng di Jawa Tengah, dengan kapasitas mencapai sekitar 60 megawatt (MW).

Purbaya menambahkan bahwa aset perusahaan akan dinilai lebih lanjut untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya. "Aset akan dinilai jika diperlukan. Namun, jika melalui pertukaran atau barter, nilainya mungkin lebih rendah. Kami akan terus mendiskusikannya," tutup Purbaya.

Sumber: www.cnnindonesia.com