Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendukung penyelenggaraan ALFI Convex 2026 sebagai bagian dari upaya transformasi dan peningkatan efisiensi dalam sektor logistik nasional. Biaya logistik di Indonesia yang masih berkisar 14 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi tantangan penting yang harus diatasi untuk menjaga daya saing ekonomi di tengah perubahan global.
Dukungan Pemerintah dan Tujuan ALFI Convex 2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menekankan pentingnya sektor logistik dalam perekonomian nasional sebagai penopang distribusi dan konektivitas. Dalam keterangan tertulisnya, ia berharap ALFI Convex dapat meningkatkan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha serta mendorong inovasi di bidang logistik.
Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) meluncurkan ALFI Convex 2026 sebagai platform kolaborasi lintas sektor yang dirancang untuk menghadapi tantangan efisiensi melalui sistem logistik yang lebih modern. Ketua Umum DPP ALFI, M. Akbar Djohan, menyatakan bahwa dukungan pemerintah, terutama dari Kemenko Perekonomian, sangat penting untuk mendorong transformasi industri dan menargetkan penurunan biaya logistik.
Rincian Acara ALFI Convex 2026
ALFI Convex 2026 mengusung tema 'Indonesia in Motion: Empowering a Resilient Logistics Ecosystem', yang dijadwalkan berlangsung pada 28 hingga 30 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Acara ini akan dihadiri lebih dari 300 perusahaan dari berbagai sektor, dan diperkirakan menarik lebih dari 10.000 pengunjung yang terdiri dari profesional dan pemangku kepentingan.
| Detail Acara | Tanggal | Lokasi | Jumlah Pengunjung | Jumlah Perusahaan |
|---|---|---|---|---|
| ALFI Convex 2026 | 28-30 Oktober 2026 | JIExpo Kemayoran, Jakarta | 10.000+ | 300+ |
Lebih dari 80 pembicara nasional dan internasional akan membahas penguatan konektivitas dan digitalisasi sistem logistik. Forum ini diharapkan dapat menciptakan ruang diskusi yang produktif antara pemerintah dan pihak swasta, serta menghasilkan solusi konkret untuk integrasi sistem logistik di Indonesia.
```