Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dilaporkan oleh pihak oposisi dalam kondisi koma. Sebelumnya, media Amerika Serikat The Times telah melaporkan bahwa Mojtaba dirawat secara intensif di kota Qom setelah mengalami kondisi kritis.
Kondisi Mojtaba dilaporkan semakin tidak stabil dan kini memasuki masa koma, seperti dilansir dari media Ukraina UNN. Mojtaba disebut mengalami luka parah, yaitu patah kaki dan robek di wajah, akibat serangan bom Amerika Serikat dan Israel di kediaman Ayatollah Ali Khamenei.
Kondisi Mojtaba Khamenei
Ayah Mojtaba, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan itu bersama dengan istri, anak, dan menantunya. Istri Mojtaba yang juga berada di kediaman itu juga ikut tewas. Mojtaba dikabarkan sempat dilarikan ke rumah sakit di Teheran, namun rumah sakit tersebut juga dibombardir oleh Amerika Serikat, sehingga ia segera dievakuasi.
Sidang 88 ulama ahli Iran kemudian memutuskan untuk mengangkat Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi negara itu, menggantikan ayahnya. Salah satu sumber yang mengetahui situasi itu menyebutkan bahwa Mojtaba mengalami patah kaki, memar di mata kiri, dan luka robek kecil di bagian wajahnya.
Pernyataan Resmi Mojtaba Khamenei
Terbaru, Mojtaba kembali mengeluarkan pernyataan resmi terkait gencatan senjata Iran dengan Amerika Serikat. Namun, pernyataan tersebut disampaikan secara tertulis dan dibacakan oleh pembaca berita di stasiun televisi. Dalam pernyataan itu, Mojtaba menyebutkan bahwa Iran tidak mencari perang dan tidak menginginkannya, namun juga tidak akan melepaskan hak-hak sah mereka dalam kondisi apa pun.
Kondisi Mojtaba yang masih tidak sadarkan diri dan dirawat di rumah sakit Qom semakin menguatkan spekulasi tentang kondisi kesehatannya. Namun, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran terkait kondisi Mojtaba Khamenei.