Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, menyebut Israel sebagai kutukan bagi kemanusiaan akibat tindakan pembunuhan terhadap warga sipil di Lebanon. Pernyataan ini memicu kemarahan para pemimpin Israel. Hal ini terasa lebih mencolok mengingat Pakistan berperan sebagai mediator dalam negosiasi perdamaian antara Iran dan Israel. Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menanggapi bahwa ajakan Asif untuk pemusnahan Israel adalah sebuah pernyataan yang sangat tidak dapat diterima. "Ini bukan pernyataan yang dapat ditoleransi dari pemerintah mana pun, terutama dari pemerintah yang mengklaim sebagai penengah netral untuk perdamaian," kutip Netanyahu dari Times of Israel, Jumat (10/4).
Pernyataan Para Pejabat Israel
Di samping itu, Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar, mengecam dengan keras pernyataan Asif dan menyebutnya sebagai 'anti-Semit'. "Ini adalah fitnah anti-Semit yang jelas dari pemerintah yang mengaku 'menengahi perdamaian'," tambah Sa'ar yang juga merujuk pada komentarnya sebelumnya. Dia menegaskan bahwa pihak yang menyebarkan fitnah tersebut disebutnya sebagai 'teroris'. Sikap anti-Semit merujuk pada prasangka atau kebencian terhadap orang Yahudi baik sebagai individu maupun kelompok. "Israel akan membela diri terhadap teroris yang bersumpah untuk menghancurkannya," ungkap Sa'ar.
Reaksi Terhadap Serangan Israel
Sebelumnya, Khawaja Asif melontarkan pernyataan bahwa Israel adalah kutukan bagi umat manusia, menyusul serangan brutal yang dilakukan terhadap warga sipil di Lebanon. Dalam unggahannya di media sosial, ia mengecam tindakan Israel yang terus berlangsung di tengah proses negosiasi di Islamabad, Pakistan. "Israel itu jahat dan kutukan bagi umat manusia," tulis Asif, seperti dilansir Anadolu Agency. Pada Rabu (8/4), serangan besar-besaran Israel mengakibatkan 256 orang tewas dan ratusan lainnya terluka.
| Tanggal | Jumlah Korban | Keterangan |
|---|---|---|
| 8 April | 256 tewas | Akibat pemboman Israel |
| 2 Maret - 10 April | 1.888 tewas | Akibat serangan berkepanjangan |
Asif juga menambahkan bahwa serangan Israel tidak hanya terbatas pada Lebanon, mencakup pula Gaza dan Iran. Dia menggambarkan pertumpahan darah yang semakin berlanjut. Di tengah serangan yang terus berlangsung, Asif berharap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penciptaan Israel di Palestina akan mendapatkan balasan setimpal.
Pada hari Kamis (9/4) hingga Jumat (10/4), serangan udara Israel terus dilancarkan ke berbagai kota di Lebanon. Dalam perkembangan lebih lanjut, meskipun Netanyahu mengisyaratkan kesediaannya untuk melakukan pembicaraan langsung dengan Lebanon, militer Israel kembali melancarkan serangan udara. Menurut laporan Aljazeera, jet-jet tempur Israel menghancurkan sejumlah target, terutama di kota-kota yang dianggap sebagai basis milisi Hizbullah.
Dalam situasi yang semakin memanas, Hizbullah dilaporkan membalas serangan Israel dengan meluncurkan roket ke berbagai kawasan di Israel, meskipun Amerika Serikat dan Iran telah sepakat untuk gencatan senjata selama dua pekan. Namun, AS dan Israel menolak untuk menganggap kesepakatan gencatan senjata itu mencakup wilayah Lebanon, sedangkan Iran dan mediator Pakistan berpendapat sebaliknya, didukung oleh seruan dari sejumlah pemimpin internasional.
```