Minyakita Hilang Selama Beberapa Bulan di Banyak Pasar Jakarta

Minyakita Hilang Selama Beberapa Bulan di Banyak Pasar Jakarta

Stok minyak goreng rakyat, atau yang dikenal dengan sebutan Minyakita, di beberapa pasar di Jakarta telah mengalami kekosongan selama beberapa bulan terakhir. Sementara itu, harga rata-rata nasional untuk produk ini tetap berada di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah selama sebulan terakhir.

Kenaikan Harga dan Kelangkaan Stok

Berdasarkan data yang diperoleh dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), harga rata-rata nasional Minyakita pada Jumat (10/4) tercatat sebesar Rp15.961 per liter, meningkat sebesar 1,67 persen di atas HET yang ditentukan yakni Rp15.700 per liter. Selain Minyakita, harga minyak goreng sawit kemasan premium juga mengalami kenaikan, mencapai Rp21.578 per liter, sedangkan minyak goreng sawit curah harganya berada di Rp19.308 per kilogram.

Dalam pantauan di Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan, beberapa pedagang mengaku sudah kehilangan pasokan Minyakita. Salah satu pedagang, Elan, menyatakan bahwa ia sudah tidak menjual produk tersebut sejak tiga bulan yang lalu. "Saya sudah enggak jual lagi, dari supplier juga tidak ada pasokan," katanya. Ia menambahkan bahwa harga minyak goreng sawit kemasan telah meningkat sejak minggu lalu, dengan harga berkisar antara Rp22 ribu hingga Rp23 ribu per liter, tergantung merek.

Pengalaman Pedagang Lainnya

Pedagang lainnya, yang enggan disebutkan namanya, juga mengakui sulitnya mendapatkan pasokan Minyakita sejak akhir 2025. Ia menjelaskan bahwa jika ingin mendapatkan pasokan, harus membeli bersamaan dengan minyak goreng yang tidak laku, yang mengakibatkan kerugian. "Kalau mau dapat, harus beli barengan sama minyak yang tidak laku," ujarnya.

Kondisi serupa juga terlihat di Pasar Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Varna, seorang pedagang di sana, mengungkapkan bahwa ia terakhir menjual Minyakita pada bulan Januari karena pasokan dari supplier yang tidak ada. Ia melaporkan bahwa harga minyak goreng sawit kemasan premium juga mengalami peningkatan, dengan harga yang bervariasi antara Rp22 ribu hingga Rp23 ribu per liter.

Pedagang lain, Sodik, menyatakan bahwa ia terakhir menjual Minyakita selama bulan Ramadan dan hingga kini belum mendapatkan pasokan baru. "Setelah Lebaran kosong, belum ada lagi," ujarnya. Ia pun menjual minyak goreng sawit kemasan dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, yakni Rp22 ribu untuk merek Vipco dan Rp21 ribu untuk minyak curah.

Sumber: www.cnnindonesia.com