Meta baru saja meluncurkan Muse Spark, sebuah model kecerdasan buatan yang revolusioner dan menjadi produk pertama dari Meta Superintelligence Labs (MSL) yang dipimpin oleh Alexandr Wang. Didirikan pada tahun 2025, MSL bertujuan untuk memperkuat posisi Meta dalam persaingan di bidang kecerdasan buatan yang semakin kompetitif.
Keunggulan Muse Spark
Muse Spark merupakan pelopor dalam seri large language model (LLM) terbaru yang diberi nama Muse. Model ini dirancang untuk meningkatkan ekosistem produk Meta, meliputi Instagram, Facebook, Threads, WhatsApp, Messenger, hingga kacamata AI Meta. Salah satu aspek yang membedakan Muse Spark dari Meta AI yang sudah ada adalah fondasinya. Meta AI berfungsi sebagai antarmuka asisten yang dapat diakses pengguna di berbagai platform Meta, sementara Muse Spark berperan sebagai otak baru di balik Meta AI dengan kemampuan yang lebih canggih, cepat, dan kontekstual.
Kemampuan Multimodal
Salah satu fitur unggulan Muse Spark adalah kemampuannya yang multitasking, mampu membaca dan memahami gambar selain teks. Misalnya, pengguna dapat memotret makanan di bandara dan meminta Meta AI untuk menghitung kandungan protein, atau memindai produk untuk membandingkannya dengan alternatif lain tanpa harus menulis deskripsi panjang. Kemampuan ini juga menjangkau bidang kesehatan, dengan Meta berkolaborasi bersama tim medis untuk menyediakan fitur yang menjawab pertanyaan kesehatan secara menyeluruh, dilengkapi dengan grafik dan gambar pendukung.
Peningkatan dalam Penanganan Pertanyaan Kompleks
Perubahan lain yang akan terasa adalah cara Meta AI mengelola pertanyaan yang kompleks. Sistem kini dapat menjalankan beberapa tugas secara bersamaan. Sebagai contoh, ketika pengguna merencanakan liburan keluarga, satu agen dapat membuat rencana perjalanan, agen lain membandingkan lokasi, dan agen ketiga mencari aktivitas cocok untuk anak-anak. Semua proses ini berlangsung bersamaan untuk memberikan jawaban yang lebih cepat dan komprehensif.
Integrasi dengan Ekosistem Sosial
Muse Spark juga mengintegrasikan lebih banyak konten dari ekosistem sosial Meta. Saat pengguna mencari informasi tentang tempat wisata atau tren tertentu, Meta AI dapat menampilkan unggahan relevan dari pengguna lokal, rekomendasi dari kreator yang diikuti, serta konten dari komunitas. Langkah ini menjadi bagian dari visi Meta menuju personal superintelligence, yaitu AI yang tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga mampu memahami konteks dan kebutuhan penggunanya secara lebih mendalam.
Saat ini, Muse Spark telah aktif mendukung aplikasi Meta AI dan situs meta.ai di beberapa wilayah Amerika Serikat dan akan segera diperluas ke negara lain dalam waktu dekat. Meta juga berencana untuk membawa kemampuan ini ke platform-platform mereka seperti WhatsApp, Instagram, Facebook, Messenger, dan kacamata AI. Selain itu, Meta memberikan akses ke teknologi dasar Muse Spark bagi mitra terpilih melalui preview pribadi yang bersama API.