Menteri Dody Usulkan Calon Dirjen Baru Kementerian PU kepada Prabowo

Menteri Dody Usulkan Calon Dirjen Baru Kementerian PU kepada Prabowo

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo telah mengusulkan nama calon direktur jenderal (dirjen) baru kementerian tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto. Dua jabatan dirjen yang saat ini kosong adalah dirjen cipta karya dan dirjen sumber daya air (SDA). Namun, Dody memilih untuk tidak mengungkapkan nama-nama calon tersebut, karena tugasnya hanya sebatas memberikan usulan.

Kesempatan Prabowo untuk Menentukan Pilihan

Dody menyatakan bahwa penunjukan dua dirjen tersebut sepenuhnya menjadi hak prerogatif Prabowo. Dengan tegas, ia menyatakan, "Saya hanya berkewajiban mengusulkan," saat berbicara dengan wartawan di kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, pada hari Jumat (10/4). Ia mempercayai bahwa sosok yang akan dipilih Prabowo adalah seorang profesional, yang bisa berasal dari dalam maupun luar Kementerian PU. Dody juga menambahkan bahwa banyak nama telah diajukan untuk dipertimbangkan, namun ia menyadari pandangan Prabowo mungkin berbeda dalam memilih kandidat.

Kondisi Jabatan yang Kosong

Posisi dua jabatan dirjen ini kosong karena pengunduran diri pejabat sebelumnya yang diduga terkait dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai indikasi kerugian negara di Kementerian PU. Dirjen Cipta Karya Dewi Chomistriana dan Dirjen Sumber Daya Air (SDA) D Purwantoro mundur setelah terungkapnya kerugian negara mencapai Rp1 triliun, yang diduga melibatkan pimpinan di dua direktorat tersebut. Dalam pernyataannya, Prabowo mengungkapkan bahwa kedua dirjen itu sebenarnya dipecat, bukan mengundurkan diri, sebagai bagian dari langkah perbaikan tata kelola pemerintahan dan penindakan terhadap praktik yang tidak sesuai.

Pentingnya Perbaikan Tata Kelola

Prabowo menekankan bahwa langkah tersebut merupakan upaya untuk memperbaiki tata kelola pemerintah serta penegakan hukum di berbagai institusi. Ia percaya bahwa pembenahan ini sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah, serta mendorong investasi yang lebih masuk. "Kita harus memperbaiki tata kelola kita, menuntaskan masalah yang ada," ujar Prabowo, mengungkapkan komitmennya terhadap transparansi dan integritas dalam pemerintahan.

Sumber: www.cnnindonesia.com