Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dituduh sengaja menunda gencatan senjata dan terus melancarkan serangan ke Lebanon untuk menghindari persidangan kasus korupsi yang dihadapinya. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan bahwa penolakan Netanyahu terhadap gencatan senjata berkaitan dengan persidangan korupsinya, yang jika dilanjutkan dapat berujung pada penjara.
Desakan Iran dan Situasi Terkini
Araghchi juga meminta Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk tidak merusak ekonomi AS dengan membiarkan Netanyahu membahayakan upaya diplomatik untuk menghentikan perang. Ia menulis di X bahwa persidangan kriminal Netanyahu akan dilanjutkan pada hari Minggu (12/4) dan kalau gencatan senjata terjadi, hal itu bisa mempercepat kemungkinan pemenjaraannya. "Jika AS ingin menghancurkan ekonominya dengan membiarkan Netanyahu 'membunuh' diplomasi, itu sepenuhnya pilihan mereka. Kami menganggapnya bodoh, tetapi kami siap untuk konsekuensinya," tambah Araghchi.
Informasi Persidangan dan Pengadilan
Sebelumnya, pengadilan Israel mengumumkan bahwa persidangan kasus korupsi Netanyahu yang tertunda sekian lama akan dilanjutkan pada hari Minggu. Pengumuman ini muncul beberapa jam setelah pencabutan keadaan darurat yang diberlakukan terkait perang dengan Iran pada Rabu (8/4) malam, setelah gencatan senjata disepakati dan tidak ada peluncuran rudal Iran yang dilaporkan sejak jam 3 pagi waktu setempat. "Dengan dicabutnya keadaan darurat, sistem peradilan akan kembali beroperasi normal," demikian pernyataan Pengadilan Israel yang dikutip Reuters.
Tuntutan Hukum dan Potensi Pengampunan
Netanyahu telah didakwa dengan tuduhan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan sejak 2019 setelah bertahun-tahun penyelidikan. Persidangannya yang dimulai pada 2020 telah banyak mengalami penundaan tanpa kejelasan tanggal akhir. Tuntutan hukum ini berpotensi berujung pada pemenjaraan Netanyahu. Beberapa waktu lalu, Trump juga mendesak Presiden Israel, Isaac Herzog, untuk memberikan pengampunan kepada Netanyahu, dengan alasan bahwa kehadiran rutin di pengadilan dapat mempengaruhi kinerjanya sebagai perdana menteri. Herzog mengatakan bahwa Kementerian Kehakiman Israel akan mengumpulkan pendapat untuk merumuskan rekomendasi berdasarkan praktik standar, namun pengampunan umumnya tidak diberikan di tengah persidangan.
```