Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, mengkritik Israel sebagai sumber kutukan bagi umat manusia akibat serangan yang membunuh warga sipil di Lebanon. Pernyataan tersebut disampaikan Asif melalui media sosial dalam konteks operasi militer Israel yang berlangsung saat negosiasi di Islamabad, Pakistan. Ia menegaskan bahwa tindakan Israel merupakan kejahatan besar dan mendesak agar dunia memperhatikan situasi di wilayah yang dilanda konflik ini.
Kemerosotan Kemanusiaan di Timur Tengah
Asif mengungkapkan keprihatinan mendalam mengenai kematian 256 orang di Lebanon dan ratusan lainnya yang terluka akibat serangan besar-besaran Israel pada 8 April lalu. Ia menyoroti bahwa Israel melakukan genosida di berbagai negara di Timur Tengah, mulai dari Gaza hingga Lebanon. “Pertama Gaza, kemudian Iran, dan kini Lebanon; kekerasan dan pertumpahan darah tidak ada habisnya,” ungkap Asif.
Dalam unggahannya, ia juga mengekspresikan harapan agar para pencipta negara Israel di Palestina mendapatkan balasan yang setimpal. Meski terdapat kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara pihak Pakistan dan Teheran, yang mencakup Lebanon, pihak Washington dan Tel Aviv membantah adanya hal tersebut. Sejak Rabu, tentara Israel terus melanjutkan serangan di Lebanon yang menyebabkan kematian setidaknya 303 orang dan melukai 1.150 lainnya, seperti dilaporkan oleh Pertahanan Sipil Lebanon. Sebuah laporan dari Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan bahwa serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan 1.888 orang dan menyebabkan 6.092 luka-luka.
Tanggapan Asif di media sosial juga direspons oleh Israel, yang menganggap pernyataannya sebagai hal yang berlebihan. “Seruan Menteri Pertahanan Pakistan untuk pemusnahan Israel sangat tidak sesuai,” ungkap kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam sebuah pernyataan resmi.