Mengapa Amerika Serikat Belum Bisa Mengambil Alih Kendali Selat Hormuz Meski Mengklaim Menang Perang?

Mengapa Amerika Serikat Belum Bisa Mengambil Alih Kendali Selat Hormuz Meski Mengklaim Menang Perang?

Pemerintah Iran kembali menutup Selat Hormuz setelah Israel membombardir Lebanon selatan, meskipun penghentian serangan ke Lebanon Selatan merupakan bagian klausul gencatan senjata Amerika Serikat dan Iran.

Padahal, AS yang mengklaim menang lawan Iran, tidak bisa memaksa Iran merebut dan membuka Selat Hormuz. Presiden Donald Trump hanya bisa mencak-mencak di media sosial Truth Social agar Selat Hormuz dibuka.

"Iran melakukan pekerjaan yang sangat buruk, bahkan bisa dibilang tidak terhormat, dalam mengizinkan minyak melewati Selat Hormuz," kata Trump, dalam unggahannya di Truth Social. "Itu bukan kesepakatan yang kita miliki!"

Trump berambisi menguasai minyak negara itu dan ikut mengendalikan Selat Hormuz, tapi tetap tidak bisa.

Risiko Merebut Selat Hormuz

Merebut Selat Hormuz dari Iran merupakan aksi penuh risiko. Menurut ahli perang laut AS Jennifer Parker, ada sejumlah risiko yang dihadapi AS, termasuk:


Langkah ini jelas dihindari Trump sebab bisa memperluas konflik. Ahli perang laut AS Jennifer Parker mengatakan, "Sebelum ancaman dari wilayah pantai Iran benar-benar dikurangi, pengerahan kapal perang justru bisa menimbulkan kerugian besar bagi AS."

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: www.cnnindonesia.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.