Lalu lintas kapal di Selat Hormuz tetap sepi meski ada gencatan antara AS dan Iran

Lalu lintas kapal di Selat Hormuz tetap sepi meski ada gencatan antara AS dan Iran

Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih menunjukkan angka yang rendah meskipun adanya kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Meskipun perjanjian tersebut sudah disepakati selama dua minggu, data terbaru menunjukkan bahwa jumlah kapal yang melintasi jalur tersebut tetap minim.

Informasi Pelayaran di Selat Hormuz

Berdasarkan informasi dari perusahaan intelijen Kpler, hanya ada lima kapal yang berhasil melewati Selat Hormuz pada Rabu (7/4), turun dari sebelas kapal yang tercatat sehari sebelumnya. Sementara itu, pada Kamis, jumlah kapal yang melintas meningkat menjadi tujuh. Analis risiko perdagangan Kpler, Ana Subasic, mengungkapkan bahwa meskipun ada sedikit peningkatan dalam aktivitas pelayaran, lalu lintas tetap sangat terbatas. Pemilik kapal diharapkan akan tetap berhati-hati, dengan proyeksi kapasitas transit yang aman hanya dapat mencapai antara sepuluh hingga lima belas pelayaran per hari, asalkan gencatan senjata tetap bertahan tanpa memperhitungkan biaya tol yang ada.

Lebih jauh lagi, data dari Lloyd's List Intelligence menunjukkan bahwa lebih dari 600 kapal, terdiri dari 325 tanker, masih terjebak di Teluk akibat pembatasan pelayaran di selat tersebut. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Iran tidak memenuhi komitmen mereka untuk membuka "jalur aman" selama gencatan senjata, mengekspresikan kekecewaannya melalui media sosial.

Pernyataan Pejabat Iran

Sebaliknya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menilai bahwa pihak Amerika Serikat yang sebenarnya tidak menghormati kesepakatan tersebut. Dia juga memperingatkan bahwa Washington perlu memilih antara mempertahankan gencatan senjata atau membiarkan konflik berlanjut, merujuk pada serangan Israel di Lebanon. "Dunia menyaksikan pembantaian di Lebanon," ungkap Araghchi di media sosial. Dia menambahkan, “Bola berada di tangan AS, dan dunia sedang mengamati apakah AS akan menindaklanjuti komitmennya.”

Kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran dilaksanakan selama dua pekan dan bertujuan untuk membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz, dengan perundingan lebih lanjut mengenai perdamaian dijadwalkan berlangsung di Pakistan pada hari Jumat (10/4) mendatang.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: www.cnnindonesia.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.