Empat astronaut misi Artemis II kini dalam perjalanan pulang ke Bumi setelah menyelesaikan penjelajahan dekat Bulan. Namun, mereka menghadapi risiko tinggi selama proses kembali ini. Pesawat luar angkasa Orion, yang mengangkut mereka, akan memasuki atmosfer dengan kecepatan lebih dari 30 kali kecepatan suara, melewati lapisan atmosfer yang padat. Selama proses ini, kompresi udara yang ekstrem dapat meningkatkan suhu bagian luar kapsul hingga lebih dari 2.760 derajat Celsius.
Victor Glover, salah satu astronaut Artemis II, menyatakan bahwa ia telah memikirkan proses pendaratan kembali sejak ditugaskan pada 3 April 2023. Ia menggambarkan bagaimana pendaratan di air menjadi momen yang ditunggu-tunggu, sekaligus menyadari tantangan yang mereka hadapi. Keberhasilan misi ini sangat bergantung pada ketahanan perisai panas kapsul, yang berfungsi melindungi pesawat dan crew dari suhu tinggi saat memasuki atmosfer.
Risiko Pendaratan Kembali
Pendaratan kembali ke Bumi adalah fase kritis dalam setiap misi luar angkasa. Artemis II menghadapi tantangan ini dengan pemantauan ketat dari pengendali misi. Masalah yang teridentifikasi sebelumnya, khususnya yang terkait dengan perisai panas setelah penerbangan uji coba Artemis I, menjadi perhatian utama. Pada misi tersebut, perisai panas terdeteksi mengalami kerusakan, termasuk lubang dan retakan, yang membuat para insinyur mempertanyakan efektivitas bahan "Avcoat".
- Kerusakan perisai panas dapat berpotensi menyebabkan kegagalan fatal misi.
- Tidak ada mekanisme penyelamat yang dapat menyelamatkan para astronaut pada tahap kritis ini.
Meskipun Orion dari misi Artemis I berhasil kembali, kerusakannya menandai pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap desain perisai panas. Perisai pada misi Artemis II hampir identik dengan yang digunakan sebelumnya, tetapi NASA percaya telah melakukan perubahan strategi dalam proses masuk kembali untuk meningkatkan peluang keberhasilan. Amit Kshatriya, wakil administrator NASA, menekankan bahwa meskipun ada risiko, mereka merasa telah membuat persiapan yang matang untuk melindungi awak pesawat.
Strategi Masuk Kembali yang Diperbarui
Menurut Rick Henfling, Direktur Penerbangan NASA, misi kali ini akan mengadopsi metode masuk kembali yang berbeda. Alih-alih menggunakan metode "skip" dari uji coba sebelumnya, Artemis II akan mencoba pendekatan lebih "lofted". Dengan perubahan ini, diharapkan bisa mengurangi kemungkinan kerusakan pada perisai panas selama memasuki atmosfer.
Penilaian selama misi sebelumnya dan modifikasi rute diharapkan membawa dampak positif bagi keselamatan para astronaut. Howard Hu, manajer program Orion NASA, menegaskan bahwa evaluasi kinerja perisai panas akan dilakukan segera setelah misi kembali. Begitu Orion mendarat dekat San Diego, tim penyelamat akan mengamati kondisi perisai panas untuk analisis lebih lanjut.