Kasus kematian seekor gajah di Jaipur, India, yang sebelumnya viral karena dicat berwarna pink, sedang menjadi sorotan publik dan menuai berbagai kontroversi. Gajah bernama Chanchal ini dilaporkan meninggal dunia dengan sejumlah spekulasi mengenai penyebabnya.
Keluhan dan Kontroversi di Media Sosial
Di bulan Desember 2025, foto pemotretan Chanchal yang dicat dengan gulal (bubuk pewarna festival Holi) diunggah oleh fotografer asal Rusia, Julia Buruleva. Gambar tersebut menarik perhatian banyak orang di media sosial, dengan respons yang bervariasi; sebagian memuji keindahan visualnya, sementara yang lain merasa kesal dan mempertanyakan etika penggunaan hewan dalam proyek seni.
Chanchal dilaporkan meninggal pada 4 Februari 2026, di usia 67 tahun. Hasil autopsi menyatakan penyebab kematiannya adalah serangan jantung yang terjadi karena faktor usia. Namun, kematiannya langsung memicu reaksi kontroversial di media sosial dengan dugaan bahwa pemotretan yang diikutinya mungkin berkontribusi terhadap kematiannya.
Reaksi dari Aktivis dan Pihak Terkait
Banyak pencinta binatang dan aktivis menganggap pemotretan tersebut sebagai bentuk kekejaman terhadap hewan. Mereka mendesak pihak-pihak yang terlibat, termasuk pemilik gajah dan fotografer, untuk bertanggung jawab atas kejadian ini. Namun, pihak Hathi Gaon, desa tempat Chanchal dirawat, menegaskan bahwa kematian gajah tersebut tidak berhubungan dengan pemotretan. Menurut Presiden Komite Hathi Gaon, Ballu Khan, penggunaan gulal yang aman selama pemotretan adalah praktik umum saat festival, dan tidak ada bukti yang mengatakan sebaliknya.
Gulal sendiri dikenal sebagai bubuk warna yang sering digunakan dalam perayaan Holi, meskipun beberapa versi komersialnya mungkin mengandung bahan kimia berbahaya. Ini menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan penggunaannya dalam pemotretan serta dampaknya bagi kesehatan hewan.
Penjelasan dan Kesimpulan
Julia Buruleva, dalam pemotretannya, menampilkan model bernama Yashavi yang menunggangi Chanchal. Ballu Khan juga menekankan bahwa proses pengecatan hanya berlangsung sekitar sepuluh menit dan segera dicuci setelahnya. Namun, meskipun otopsi menyatakan kematian Chanchal bersifat alami, banyak yang tetap skeptis, mencatat kemungkinan stres atau dampak negatif dari pemotretan tersebut pada gajah.
Para aktivis menyerukan diperlukan regulasi lebih ketat terkait penggunaan hewan untuk tujuan komersial atau artistik. Mereka menilai bahwa kematian Chanchal harus menjadi perhatian bagi kesejahteraan gajah penangkaran di India yang kerap mengalami perlakuan tidak manusiawi.
Di sisi lain, Wakil Konservator Hutan (Satwa Liar) di India, Vijay Pal Singh, menyatakan bahwa saat ini belum ada investigasi lebih lanjut mengenai isu ini dan enggan memberikan komentar lebih dalam.