Kegaduhan di Selat Hormuz, Mengapa Harga Plastik Naik?

Kegaduhan di Selat Hormuz, Mengapa Harga Plastik Naik?

Harga plastik di Indonesia mengalami lonjakan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan ini dirasakan oleh para pedagang, termasuk Mustaroh, penjual es kelapa dari Lenteng Agung, Jakarta Selatan, yang mengungkapkan bahwa hampir semua jenis plastik yang dia gunakan untuk berjualan mengalami kenaikan harga.

Penyebab Kenaikan Harga Plastik

Dalam observasi yang dilakukan CNNIndonesia.com pada Senin, 6 April 2026, harga plastik kantong naik dari Rp15 ribu menjadi Rp23 ribu, sedangkan harga sedotan meningkat dari Rp8 ribu menjadi Rp10 ribu. Selain itu, harga plastik kemasan merek tomat melambung dari Rp36 ribu menjadi Rp60 ribu per paket. Kenaikan ini disebabkan oleh tekanan pada pasokan bahan baku utama plastik, yaitu nafta. Nafta merupakan cairan hidrokarbon yang diolah dari minyak mentah dan saat ini mengalami penurunan pasokan akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, yang berdampak pada penutupan Selat Hormuz, jalur perdagangan minyak global yang krusial.

Ketergantungan pada Impor

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menjelaskan bahwa sekitar 60 persen pasokan nafta Indonesia berasal dari Timur Tengah. "Kondisi ini membuat kita sangat bergantung pada impor yang, ketika terganggu, akan mempengaruhi harga plastik di dalam negeri," ujar Budi dalam konferensi pers di Jakarta. Untuk mengatasi permasalahan ini, pihaknya sedang mencari alternatif pasokan dari negara lain, termasuk Afrika, India, dan Amerika Serikat.

Alternatif Pasokan dan Ketersediaan Produk

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menambahkan bahwa pihaknya bersama pelaku industri telah berupaya mencari sumber alternatif nafta, serta mendorong penggunaan LPG sebagai bahan baku penyangga dan pemanfaatan plastik daur ulang yang berkualitas tinggi.

Meski harga plastik menanjak, Agus memastikan bahwa ketersediaan produk plastik di pasar tetap aman. Berdasarkan data Indeks Kepercayaan Industri (IKI), industri kemasan pada bulan Maret 2026 menunjukkan fase ekspansi yang tinggi, yang mencerminkan aktivitas produksi tetap berjalan dan stok produk plastik masih mencukupi.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: www.cnnindonesia.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.