Jokowi Mengomentari Permintaan JK untuk Memperlihatkan Ijazah ke Publik

Jokowi Mengomentari Permintaan JK untuk Memperlihatkan Ijazah ke Publik

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), memberikan tanggapan terkait desakan Wakil Presiden sebelumnya, Jusuf Kalla (JK), yang meminta agar ia menunjukkan ijazahnya kepada publik. Jokowi menyatakan bahwa ijazah adalah dokumen pribadi dan ia memiliki hak penuh atasnya.

Respons atas Desakan JK

Dalam pernyataannya, Jokowi menegaskan bahwa seharusnya pihak yang menuduhnya memiliki ijazah palsu lah yang harus membuktikan tuduhan tersebut. "Mestinya yang menuduh itu yang membuktikan, bukan saya disuruh menunjukkan," ungkapnya pada Jumat, 10 April 2026. Ia juga menekankan kekhawatirannya akan risiko yang ditimbulkan jika ia memenuhi desakan tersebut, di mana semua orang nantinya bisa mengajukan tuduhan dan mengharuskan yang dituduh untuk membuktikan diri.

Polemik yang Berlarut-larut

Sementara JK mengklaim bahwa isu tentang ijazah Jokowi telah berlangsung terlalu lama dan menyebabkan keresahan di masyarakat. Jokowi sendiri mengatakan bahwa ia telah melaporkan berbagai tuduhan, termasuk oleh Roy Suryo dan rekannya, ke Polda Metro Jaya sejak tahun lalu. Namun, hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyidikan. Ia berharap agar proses tersebut dapat dipercepat sehingga kasus ini bisa segera dibawa ke pengadilan.

Kesediaan untuk Menunjukkan Ijazah di Pengadilan

Jokowi menegaskan bahwa pengadilan adalah tempat yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini dan ia siap menunjukkan ijazahnya jika hakim meminta saat persidangan. "Kalau diminta hakim untuk menunjukkan ijazah asli, ya akan saya tunjukkan. Baik SD, SMP, SMA, S1, semuanya akan saya tunjukkan," katanya. Sebelumnya, JK juga menyoroti bahwa polemik ini bukan hanya bermasalah secara material tetapi dapat menciptakan perpecahan di tengah masyarakat akibat perdebatan yang tak kunjung usai.

Pandangan JK tentang Solusi Masalah

JK berpendapat bahwa persoalan ini sebenarnya bisa diselesaikan dengan cara yang sederhana, yaitu dengan Jokowi menunjukkan ijazah aslinya. "Sebenarnya sederhana persoalannya, karena saya yakin Pak Jokowi punya ijazah asli. Ya sebenarnya kita setop lah ini perkara dengan cara tinggal Pak Jokowi memperlihatkan ijazahnya yang asli," tutupnya.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: www.cnnindonesia.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.