Maskapai Garuda Indonesia menghadapi tantangan serius terkait layanan kelas pertama yang selama ini diakui sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Saat ini, hanya tersisa satu pesawat yang menawarkan layanan tersebut di tengah keterbatasan armada yang sudah menurun drastis.
Penurunan Armada dan Layanan First Class
Menurut informasi yang dilansir oleh One Mile at a Time, Garuda Indonesia telah membatasi layanan first class akibat tekanan finansial yang dihadapi. Dari total 80 pesawat yang dimiliki, hanya tipe Boeing 777-300ER yang menyediakan kabin first class. Awalnya, maskapai ini memiliki delapan pesawat Boeing 777-300ER dengan opsi kelas satu, namun saat ini hanya dua unit yang tersisa, yaitu PK-GIG dan PK-GIF. Dari kedua pesawat tersebut, hanya PK-GIF yang masih aktif beroperasi, sedangkan PK-GIG tidak terbang sejak Januari 2026.
Selain digunakan untuk penerbangan komersial, PK-GIF juga berfungsi sebagai pesawat kepresidenan untuk berbagai urusan negara. Hal ini menyebabkan pesawat sering ditarik dari jadwal penerbangan reguler di luar negeri, sehingga operasional layanan first class Garuda sulit untuk tetap stabil.
Perubahan Rute Layanan First Class
Sebelum mengurangi armada, Garuda Indonesia menyediakan layanan first class pada rute favoritnya Jakarta (CGK) menuju Amsterdam (AMS) sebanyak 2-3 kali per minggu. Namun, setelah mengubah konfigurasi pesawat, rute layanan first class sekarang beralih ke Bali (DPS) - Tokyo Narita (NRT) mulai pertengahan 2025.
Dari pengamatan pengguna, muncul kejanggalan terkait ketersediaan tiket first class di Garuda Indonesia. Meskipun pesawat PK-GIF masih beroperasi, kursi kelas satu tidak dapat dipesan baik melalui situs web maupun aplikasi pemesanan. Temuan ini semakin menegaskan adanya masalah pada layanan first class yang ditawarkan oleh Garuda Indonesia.
Walaupun ada peluang untuk menghidupkan kembali layanan kelas satu di masa mendatang, belum ada kepastian mengenai nasib layanan tersebut dari pihak maskapai.