AS dan Iran Siap Berunding di Pakistan, Israel Terus Serang Lebanon

AS dan Iran Siap Berunding di Pakistan, Israel Terus Serang Lebanon

Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan untuk melakukan negosiasi gencatan senjata di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan ini. Meskipun demikian, Israel terus melakukan serangan intensif ke Lebanon, meski gencatan senjata telah diumumkan oleh kedua negara pada hari Selasa lalu. Delegasi AS yang akan terlibat dalam perundingan ini dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, beserta Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dan Jared Kushner, menantu sekaligus penasihat senior Donald Trump.

Kepemimpinan Delegasi

Di pihak Iran, delegasi yang akan bernegosiasi dipimpin oleh Ketua Parlemen Bagher Ghalibaf, yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC), serta Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Meskipun begitu, identitas lengkap anggota delegasi Iran belum dikonfirmasi dari Teheran.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa negosiasi akan dimulai pada hari Sabtu (11 April). Gedung Putih telah mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut akan berlangsung pada Sabtu pagi waktu setempat. Namun, pejabat dari Pakistan mengingatkan bahwa kepastian baru bisa diberikan setelah semua anggota delegasi tiba di Islamabad. Duta Besar Iran untuk Pakistan sebelumnya menyatakan bahwa delegasi Iran akan tiba pada malam 9 April, sementara delegasi AS diharapkan tiba malam ini, sebagaimana dilansir oleh Al Jazeera.

Fokus Negosiasi

Dalam negosiasi ini, ada perbedaan signifikan antara usulan AS dan Iran. Iran meminta penarikan semua pasukan AS dari Timur Tengah, penghentian serangan terhadap mereka dan pihak proksi, serta kontrol atas Selat Hormuz. Iran juga menuduh AS melanggar tiga poin gencatan senjata, seperti serangan sekutu mereka ke Lebanon, peluncuran rudal ke wilayah udara Iran, dan penyangkalan hak pengayaan uranium oleh Iran.

Di sisi lain, AS menuntut Iran untuk menghentikan program pengayaan uranium dan menyerahkan semua uranium mereka kepada Washington, sebuah tuntutan yang kemungkinan besar akan ditolak oleh Teheran. Masalah lain yang diperkirakan bisa memicu perdebatan panjang adalah serangan Israel terhadap Lebanon, yang telah meningkat sejak awal Maret setelah milisi Hizbullah melancarkan serangan balasan terkait tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Meskipun gencatan senjata diumumkan, Israel terus melakukan serangan, dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan dukungannya terhadap keputusan Trump terkait gencatan senjata, namun mengklaim bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan ini. Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, selaku mediator, menegaskan bahwa gencatan senjata tersebut mencakup Lebanon. "Dengan kerendahan hati, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, bersama dengan sekutu-sekutunya, telah sepakat untuk gencatan senjata segera di mana pun, termasuk Lebanon dan tempat lain, yang akan berlaku segera," ujar Sharif.

Sumber: www.cnnindonesia.com