Anggota DPR Dikenakan Pemerasan oleh Oknum Pegawai KPK Sebesar Rp300 Juta

Anggota DPR Dikenakan Pemerasan oleh Oknum Pegawai KPK Sebesar Rp300 Juta

Anggota DPR yang dikenal dengan inisial AS melaporkan kasus dugaan pemerasan kepada Polda Metro Jaya. Dalam kasus ini, Polda Metro Jaya mengidentifikasi anggota DPR yang menjadi korban dari empat orang yang mengaku sebagai utusan pimpinan KPK, yaitu Ahmad Sahroni, dengan nilai pemerasan mencapai sekitar Rp300 juta.

Laporan Pemerasan ke Polda

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa Sahroni melaporkan tindakan pemerasan yang dialaminya pada Kamis, 9 April, sekitar pukul 22.00 WIB. "Benar, yang menjadi korban adalah Ahmad Sahroni," kata Budi kepada para wartawan pada hari Jumat, 10 April.

Budi juga menambahkan bahwa pihaknya sedang menyelidiki laporan mengenai adanya ancaman dan pemerasan tersebut. Informasi lain dari KPK menyebutkan bahwa ada indikasi pencemaran nama baik para pimpinan di dalam lembaga antirasuah itu, dan pihaknya akan mendalami hal ini lebih lanjut.

Penangkapan Pelaku Pemerasan

Pada malam yang sama, tim gabungan KPK dan Polda Metro Jaya berhasil menangkap empat orang yang diduga menipu dengan mengaku sebagai pegawai KPK. Para terduga tersebut ditangkap di wilayah Jakarta Barat, dan dari mereka berhasil disita barang bukti berupa uang tunai sebesar 17.400 dolar Amerika Serikat.

Setelah penangkapan, keempat orang itu dibawa ke Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Menurut Budi, mereka mengklaim sebagai perwakilan pimpinan KPK yang meminta sejumlah uang dari anggota DPR. Diduga, tindakan ini bukanlah kali pertama mereka lakukan.

Imbauan dari KPK

Menyusul kejadian ini, KPK mengimbau semua kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta badan usaha milik negara agar lebih waspada terhadap modus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan pegawai KPK. "Hati-hati dengan berbagai cara yang digunakan oleh oknum-oknum yang mengaku sebagai pegawai KPK dan melakukan tindakan kriminal," tambah Budi.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: www.cnnindonesia.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.