Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra Resmi Bebas dari Penjara

Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra Resmi Bebas dari Penjara
Foto: Ilustrasi Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra Resmi Bebas dari Penjara.
Ukuran teks

Mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, resmi mendapatkan kebebasan lebih awal dari penjara pada Senin (11/5) waktu setempat. Miliarder di bidang telekomunikasi yang kini menginjak usia 76 tahun tersebut bebas setelah menjalani masa hukuman kurang dari satu tahun terkait kasus korupsi sejak September lalu.

Pasca pembebasan ini, Thaksin dilaporkan masih memiliki kewajiban untuk mengenakan alat pemantau elektronik selama menjalani masa percobaan yang berlangsung selama empat bulan. Berdasarkan laporan AFP, ia langsung disambut hangat dengan pelukan dari anggota keluarganya tepat setelah meninggalkan fasilitas penjara di Bangkok.

Sambutan Pendukung dan Kondisi Pembebasan

Ratusan pendukung setianya yang kompak mengenakan kemeja merah tampak memadati area sekitar penjara sambil meneriakkan berbagai slogan dukungan. Meskipun Thaksin terlihat tersenyum dan melambaikan tangan ke arah kerumunan, ia memilih untuk tidak memberikan pernyataan apapun kepada awak media sebelum meninggalkan lokasi dengan mobil.

Seorang warga bernama Janthana Chaidej yang turut hadir meyakini bahwa tokoh berpengaruh tersebut tidak akan sepenuhnya meninggalkan panggung politik Thailand meski harus absen selama beberapa bulan. Selama dua dekade terakhir, partai yang dipimpin Thaksin memang menjadi pesaing utama bagi kelompok elite pro-militer serta pendukung kerajaan di Thailand.

Partai Pheu Thai yang berafiliasi dengan keluarga Shinawatra tercatat telah berhasil melahirkan empat perdana menteri berkat dukungan masif dari masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Walaupun sempat meraih hasil yang kurang memuaskan pada pemilu sebelumnya, bergabungnya Pheu Thai ke dalam koalisi pemerintahan PM Anutin Charnvirakul membuka peluang bagi kebangkitan pengaruh politik mereka.

Riwayat Hukum dan Masa Tahanan

Departemen Pemasyarakatan Thailand sebelumnya telah mengumumkan rencana pembebasan bersyarat Thaksin dengan pertimbangan faktor usia serta sisa masa hukuman yang tinggal sedikit. Keputusan ini diambil setelah melewati serangkaian proses hukum panjang yang melibatkan Mahkamah Agung terkait prosedur penahanan yang dijalaninya.

Peristiwa Hukum Keterangan Detail
Tahun Terpilih PM Terpilih pada tahun 2001 dan terpilih kembali pada 2005.
Hukuman Awal Divonis 8 tahun penjara atas kasus korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.
Pengurangan Hukuman Mendapat pengampunan kerajaan sehingga hukuman berkurang menjadi 1 tahun.
Status Penahanan Menjalani masa tahanan di rumah sakit pribadi sebelum akhirnya bebas bersyarat.

Thaksin sebelumnya sempat menjalani masa pengasingan diri setelah masa jabatan keduanya berakhir akibat kudeta militer yang terjadi di negara tersebut. Sekembalinya ke Thailand pada Agustus 2023, ia langsung menghadapi eksekusi hukuman penjara yang kemudian dialihkan ke perawatan rumah sakit karena alasan kesehatan.

Namun, Mahkamah Agung kemudian mengeluarkan keputusan bahwa kondisi kesehatan Thaksin tidak dikategorikan sebagai kondisi kritis yang memerlukan perawatan khusus di luar sel. Akibat putusan tersebut, waktu yang dihabiskan Thaksin di rumah sakit pada awalnya dianggap tidak memenuhi kriteria sebagai masa penahanan yang sah menurut hukum.

Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: cnnindonesia.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.