Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa kesediaan pihaknya untuk berdialog dengan Amerika Serikat bukanlah sebuah bentuk penyerahan diri kepada pihak lawan. Menurutnya, langkah diplomasi ini justru diambil guna melindungi hak-hak seluruh rakyat Iran serta menjaga kepentingan nasional di tengah situasi konflik yang masih memanas.
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas ketegangan yang meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke wilayah Teheran pada akhir Februari lalu. Pezeshkian secara terbuka menyatakan kepada kantor berita pemerintah IRNA bahwa Iran tidak akan pernah mengambil langkah mundur atau tunduk di hadapan musuh mereka.
Saat ini, Iran dan Amerika Serikat sedang terlibat dalam proses perundingan intensif yang dimediasi oleh Pakistan guna mencari jalan keluar untuk mengakhiri perang yang meluas. Penegasan mengenai kedaulatan ini disampaikan Pezeshkian dalam pertemuan resmi bersama gugus tugas rekonstruksi kerusakan akibat perang di Teheran.
Penolakan Donald Trump terhadap Syarat Iran
Di sisi lain, Donald Trump menyatakan penolakan keras terhadap tanggapan yang dikirimkan oleh pihak Iran terkait proposal perdamaian yang sedang diajukan. Melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Trump menilai syarat-syarat yang diajukan oleh perwakilan Teheran sebagai sesuatu yang sama sekali tidak dapat diterima oleh pihaknya.
Meskipun Trump tidak merinci isi detail dari tanggapan Iran tersebut, ia menegaskan ketidaksukaannya terhadap poin-poin yang diminta oleh negara tersebut dalam negosiasi. Hal ini memperkeruh suasana diplomasi yang tengah diupayakan melalui perantara Pakistan demi meredakan konflik di kawasan Timur Tengah.
Fokus Proposal Damai dan Detail Nuklir
Berdasarkan informasi dari stasiun televisi pemerintah IRIB, respons dari pihak Iran saat ini sangat difokuskan pada upaya penghentian perang di seluruh lini, terutama di Lebanon. Iran menginginkan sebuah kesepakatan komprehensif yang mampu meredam ketegangan bersenjata secara total dan memberikan jaminan keamanan di wilayah tersebut.
Terkait isu teknis, Iran dikabarkan mengusulkan skema pengenceran sebagian uranium yang diperkaya serta pemindahan sisa cadangannya ke negara ketiga. Langkah ini diajukan dengan syarat ketat bahwa materi nuklir tersebut harus dikembalikan jika perundingan mengalami kegagalan di masa depan.
| Poin Usulan | Keterangan Detail |
|---|---|
| Fokus Utama | Penghentian perang di semua lini, khususnya Lebanon. |
| Status Uranium | Pengenceran uranium diperkaya dan pemindahan ke negara ketiga. |
| Jaminan Keamanan | Pengembalian materi jika AS menarik diri dari perjanjian atau negosiasi gagal. |
Iran tetap bersikukuh meminta jaminan kuat dari komunitas internasional agar pihak Amerika Serikat tidak kembali membatalkan kesepakatan secara sepihak seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Hingga saat ini, proses negosiasi masih terus berjalan di bawah pengawasan mediator meskipun terdapat pertentangan tajam dari kubu Donald Trump.